BAB I

PENDAHULUAN

Globalisasi, perkembangan teknologi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mutu pendidikan mendorong penyelenggara pendidikan tinggi secara proaktif melakukan perubahan. Globalisasi menuntut perguruan tinggi mampu menyelenggarakan pendidikan yang mampu berdaya saing global dan memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat global. Perkembangan teknologi, khususnya internet menuntut perguruan tinggi mampu menyelenggarakan pembelajaran berbasis teknologi informasi seperti e-learning atau blended learning, dan sistem manajemen berbasis teknologi informasi, sehingga manajemennya menjadi lebih efektif dan efisien. Sedangkan tuntutan masyarakat terhadap mutu menuntut perguruan tinggi melakukan penjaminan mutu yang

baik sehingga lulusan dan karya yang dihasilkannya sesuai dengan harapan pengguna, khususnya industri dan masyarakat pada umumnya.

STIE YAPAN Surabaya sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai keunggulan kompetitif di bidang bisnis dan perbankan, mempunyai komitmen untuk proaktif menghadapi perubahan-perubahan yang ada di masyarakat dengan menetapkan visi, misi dan tujuan yang relevan berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki, baik saat ini maupun yang prospektif pada masa yang akan datang.

Rencana strategi jangka panjang disusun dengan memperhatikan kekuatan yang dimiliki untuk mengubah ancaman menjadi peluang dan memperbaiki kelemahan secara terus menerus, sehingga tujuan strategik dapat diwujudkan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

 1.1 Tujuan

Tujuan STIE YAPAN Surabaya adalah:

1.   Menghasilkan lulusan yang :

  1. Menguasai konsep dan teori di bidang bisnis dan perbankan
  2. Mampu menerapkan konsep dan teori tersebut di dunia praktek yang berwawasan global
  3. Mampu menganalisa dan memberikan saran pemecahan masalah di bisnis dan perbankan
  4. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan keahlian tambahan di bidang teknologi
  5. informasi, bahasa asing dan jasa keuangan lainnya sebagai pendukung profesi yang ditekuni
  6. Memiliki sikap bersahabat, komunikatif, jiwa kepemimpinan dan kepribadian yang kuat untuk mendukung keberhasilan dalam kehidupan bermasyarakat dengan tetap memegang teguh kode etik profes

2.   Menghasilkan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkualitas dan bermanfaat  bagi kemanusiaan pada umumnya.

3.   Menjalin kerjasama dengan instansi dalam negeri dan luar negeri.

4.   Menciptakan penataan manajemen yang baik sehingga terwujud suasana akademik yang berorientasi pada tata kelola Perguruan

Tinggi yang sehat, dinamis, ramah dan bersahabat.

1.2 Kebijakan Mutu

Berdasarkan Visi, Misi, dan mempertimbangkan kondisi internal organisasi, peluang serta tantangan yang ada, tujuan yang harus dicapai STIE YAPAN Surabaya dalam 10 tahun dirumuskan dalam bentuk kebijakan mutu. Kebijakan mutu STIE YAPAN Surabaya adalah:

1.2.1 Peningkatan Komitmen Akademik

  • Penyampaian Visi, Misi, Nilai-nilai, dan Etika Akademik melalui berbagai kegiatan misalnya seminar,diskusi dan pelatihan.
  • Peningkatan lingkungan kerja dengan menyediakan infrastruktur yang memadai bagi dosen maupun karyawan agar bisa bekerja dengan tenang dan menyenangkan.
  • Peningkatan terus menerus kesejahteraan dosen dan karyawan dengan cara sistematik dan sinergis misalnya, promosi jabatan, penelitian kolaborasi dan kerjasama dengan industri.

1.2.2 Peningkatan Relevansi dan Kualitas Pendidikan

  • Relevansi dan kualitas pendidikan harus ditingkatkan melalui peningkatan proses belajar dan mengajar. Kurikulum secara periodik ditinjau relevansinya dalam upaya menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi unggul di bidang bisnis dan bidang manajemen lainnya yang sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan.
  • Penelitian dan pengabdian masyarakat yang mendukung penyelenggaran pendidikan diarahkan pada upaya mewujudkan visi institusi yang menekankan pada penguatan keunggulan kompetitif di bidang bisnis dan perbankan sesuai Kualitas kesejahteraan mahasiswa harus ditingkatkan untuk memberikan makna komprehensif dalam pengembangan kemampuan sosial dan personal misalnya nilai-nilai, etika dan moral akademik, minat dan bakat, jiwa wirausaha, organisasi mahasiswa, aktifitas/pengabdian pada masyarakat dan keterampilan komunikasi dalam bahasa asing.
  • Peningkatan kualitas sistem manajemen penyelenggaraan akademik yang mendukung relevansi penyelenggaraan pendidikan.

1.2.3 Peningkatan Kinerja Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

  • Peningkatan infrastruktur penelitian (misalnya, internet, jurnal ilmiah, dan bukubuku terkini) dan peningkatan peralatan (misalnya, komputer, sistem pemerolehan data).
  • Peningkatan peranan laboratorium sebagai pusat pembinaan minat/bidang dan kajian di di ber bagai bidang pendidikan manajemen.
  • Peningkatan suasana kegiatan penelitian yang mendorong terciptanya budaya riset di kalangan dosen dan mendukung penciptaan suasana akademik.
  • Peningkatan kinerja penelitian kolaborasi dengan lembaga pemerintahan dan industri baik tingkat nasional maupun internasional.
  • Peningkatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat melalui
  • seminar, publikasi ilmiah, buku, dan hak cipta/paten dosen, baik tingkat nasional maupun internasional.
  • Pemberdayaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) agar lebih dapat menangani manajemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan menyediakan tenaga dan infrastruktur yang tepat.
  • Peningkatan kualitas pengabdian masyarakat yang memberikan kontribusi nyata bagi industri perbankan dan keuangan serta kesejahteraan masyarakat baik di tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional.

1.2.4 Pengembangan Manajemen dan Organisasi

  • Pengembangan program studi baru yang sesuai dengan visi dan peningkatan kapasitas institusi menjadi UNIVERSITAS
  • Peningkatan kualitas sistem tata kelola internal perguruan tinggi.
  • Peningkatan kemampuan dalam perencanaan institusi berdasarkan data dan fakta yang akurat.
  • Pengembangan sistem dukungan keputusan dan kompetensi dalam pengambilan keputusan.
  • Pengembangan sistem akuntansi dan manajemen keuangan pada institusi yang terintegrasi dengan sistem akuntansi dan manajemen keuangan
  • Pengembangan sistem sarana dan prasarana yang efektif dan mengarah pada keunggulan kompetitif.

1.2.5 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

  • Peningkatan kualitas kompetensi staf akademik (dosen) melalui proses studi lanjut, pertukaran dosen, program postdoctoral,seminar, lokakarya, pelatihan dan keterampilan komunikasi bahasa asing.
  • Peningkatan akses pengembangan Dosen untuk magang di industri dan lembaga riset yang mendukung keunggulan kompetitif di ber bagai bidang pendidikan manajemen.
  • Meningkatkan standar hidup sebagai warga negara dari staf administrasi dan dosen melalui dorongan motivasi dan perencanaan yang terpadu.
  • Peningkatan kualitas tenaga kependidikan melalui pelatihan dan studi lanjut.

1.2.6 Peningkatan Sistem Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan

  • Peningkatan kualitas akreditasi perguruan tinggi dan program studi baik di tingkat nasional dan Asia Tenggara.
  • Pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan yang mendukung daya saing institusi.
  • Pengembangan budaya mutu untuk menjamin peningkatan mutu secara terus menrus.
  • Peningkatan pertanggungjawaban melalui keterbukaan dan kejelasan organisasi, kesesuaian moral,etika dan nilai-nilai yang dapat diterima di masyarakat

1.2.7 Peningkatan Akses ke Pendidikan Tinggi

  • Peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa pada program studi yang ada dan pembukaan program studi baru.
  • Peningkatan kesempatan belajar bagi masyarakat luas dan mereka yang tergolong masyarakat tak mampu,serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi akademik tetapi latar belakang ekonominya lemah.
  • Peningkatan kapasitas dan kemampuan STIE YAPAN Surabaya.

1.2.8 Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

  • Pengembangan blueprint teknologi informasi
  • Pengembangan sistem informasi terintegrasi untuk mendukung efisiensi dan efekivitas manajemen.
  • Pengembangan Penataan kelembagaan pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  • Pengembangan kompetensi pengelola bidang Teknologi Iinformasi dan Komunikasi.
  • Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai daya saing dalam penyelenggaraan pembelajaran untuk mendukung credit transfer, credit earning program, dan distance learning.
  • Peningkatan kapasitas Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai bagian dari pencitraan perguruan tinggi.

1.2.9 Peningkatan kualitas kerjasama

  • Pengembangan kerjasama dengan lembaga dan institusi terkait untuk peningkatan kualitas input,pengabdian masyarakat, dan pencitraan institusi.
  • Peningkatan akses dan kualitas kerjasama untuk pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.
  • Pengembangan forum kerjasama untuk mendukung peningkatan kualitas Tri Dharma perguruan tinggi.

1.2.10 Peningkatan keberlanjutan institusi

  • Peningkatan kinerja pemasaran perguruan tinggi.
  • Pengembangan pusat bisnis.
  • Pengembangan karya inovatif dan pengabdian masyarakat untuk mendukung peningkatan pendapatan.

1.3 Sasaran Mutu

Sasaran mutu STIE YAPAN merupakan sasaran strategik yang harus dicapai oleh STIE

YAPAN Surabaya.

Sasaran mutu STIE YAPAN adalah:

  1. Nilai akreditasi Program Studi dan institusi.
  2. Persentase mahasiswa yang lulus dengan masa studi normal.
  3. Persentase lulusan yang mendapatkan pekerjaan dalam waktu maksimal 6 bulan.
  4. Persentase lulusan yang mempunyai IPK > 3.
  5. Hasil evaluasi Proses Belajar Mengajar (PBM)
  6. Kuantitas publikasi karya tulis ilmiah di dalam jurnal nasional terakreditasi dan di dalam jurnal internasional.
  7. Persentasi pendanaan institusi yang berasal dari sumber pendapatan non mahasiswa.
  8. Persentasi hasil penelitian yang diaplikasikan untuk kegiatan pada masyarakat.

1.4 Budaya dan Nilai-Nilai

Nilai-nilai yang dikembangkan di STIE YAPAN Surabaya dijadikan filosofi organisasi dan diupayakan dapat tercermin dalam budaya organisasi. Budaya yang akan dikembangkan secara terus menerus pada semua sivitas akademika adalah:

  1. Perbaikan terus menerus, mengandung arti bahwa dalam mewujudkan Visi Sekolah Tinggi, civitas akademika senantiasa melakukan perbaikan dalam segala aspek, baik yang menyangkut pengembangan input, proses dan output, maupun sistem dan pemberian pelayanan, yang didalamnya terutama mengandung nilai inovatif, kreatif dan konsisten
  2. Orientasi kedepan dan global, mengandung arti bahwa perbaikan terus menerus tersebut tidak hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek dan menengah, tetapi juga pada kepentingan jangka panjang dan global, yang didalamnya terutama mengandung nilai idealistik, sistematis, terukur,keberlangsungan (sustainability), dan holistik.
  3. Hasil terbaik, mengandung arti bahwa perbaikan terus menerus yang berorientasi kedepan dan global tersebut perlu didukung oleh karya terbaik yang merupakan tujuan setiap pekerjaan yang dilakukan oleh sivitas akademika yang didalamnya terutama mengandung nilai integritas, kerja keras, efektif dan efisien, kedisiplinan, ketulusan dan komitmen
  4. Saling menghargai, mengandung arti bahwa perbaikan terus menerus yang berorientasi kedepan dan global dengan senantiasa memberikan hasil terbaik tersebut perlu disertai dengan sikap dan perilaku yang senantiasa menjadikan pihak lain sebagai mitra kerja yang perlu mendapat perlakuan yang proporsional sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia, yang di dalamnya terutama mengandung nilai empati, kebersamaan dan kerendahan hati
  5. Peduli dan ramah lingkungan, mengandung arti bahwa kualitas lingkungan merupakan anggung jawab bersama, sehingga sivitas akademika senantiasa ikut menjaga dan emelihara lingkungan internal maupun eksternal, dari segi fisik maupun sosial,yang idalamnya terutama mengandung nilai peduli,bersih, tertib, harmoni, ramah dan ersahabat

 

BAB II

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Penyelenggaraan pendidikan dan proses pembelajaran pada program studi Manajemen Starta 2 Sekolah Tinggi Ekonomi Yapan Surabaya dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap, yaitu:

  1. Tahap Pertama: Periode Matrikulasi dilakukan pada awal perkuliahan untuk memberikan pembekalan bagi mahasiswa yang hasil TPA nya kurang dari 480. Materi yang diberikan adalah tentang Ekonomi dan Perbankan, Manajemen Umum serta Metode Kuantitatif.
  2. Tahap Kedua: Periode Perkuliahan Periode perkuliahan ini dilakukan selama 4 (empat) semester Sistempembelajaran dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi perpaduan antara system ceramah, diskusi kelompok, presentasi, pembahasan kasus dan penelitian serta cara pembelajaran yang lain yang menekankan partisipasi aktif mahasiswa program studi manajemen Strata 2

2.1. Elemen Kompetensi dan Proses Pembelajaran

Dalam melaksanakan pendidikan, elemen kompetensi dan proses pembelajaran diselenggarakan serta diatur sebagai berikut :

 

Elemen

Kompetensi

Kompetensi

Proses Pembelajaran

Utama

Pendukung & Lain

Landasan

Kepribadian

  • Kajian dan pembelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, mandiri dan mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan
  • Kajian dan pelajaran yang memperkaya wawasan, pendalaman intensitas pe-mahaman dan penghayatan kompetensi landasan kepribadian inti
 

  1. Kuliah Mimbar
  2. Seminar Presentasi
  3. Studi Kasus
Penguasaan

Ilmu dan

Ketrampilan

  • Kajian dan pembelajaran yang memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan bisnis dan perbankan
  • Kajian yang relevan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keilmuan atas dasar keunggulan kompe-titif dan komparatif
  1. Tutorial
  2. Problem Solving
  3. Computer Practice
Kemampuan

Berkarya

  • Kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli Bisnis dan Perbankan dengan kekaryaan  berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai
  • Kajian yang relevan untuk memperkuat penguasaan dan wawasan kompetensi keahlian dalam berkarya di masyarakat sesuai dengan keunggulan kompetitif dan komparatif
 

  1. Kuliah Mimbar
  2. Tutorial Problem Solving
  3. Seminar
  4. Presentasi
  5. Studi Kasus
  6. Role Play
Sikap dan

Perilaku

Berkarya

  • Kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan dalam berkarya
  • Kajian yang relevan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas penguasaan dan memperluas wawasan perilaku berkarya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat
 

 

  1. Seminar
  2. Presentasi
  3. Studi Kasus
  4. Role Play
Kehidupan

Bermasyarakat

  • Kajian dan pelajaran yang diperlukan untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan lingkungan bisnis dan perbankan
  • Kajian yang relevan untuk meningkatkan penguasaan atas ketentuan yang berlaku dalam kehidupan di masyarakat, baik secara nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang dalam lingkungan bisnis perbankan
 

 

  1. Seminar
  2. Company visit
  3. Presentasi

 

2.2. Perkuliahan Program Studi Manajemen Strata 2 STIE YAPAN Surabaya

Perkuliahan program studi manajemen Strata 2 STIE YAPAN Surabaya adalah kegiatan akademik yang berkaitan dengan proses pembelajaran yang diselenggarakan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Metode yang digunakan pada proses pembelajaran disesuaikan dengan tujuan mata kuliah dan diarahkan pada metode Student Centered Learning (SCL).

Satuan proses pembelajaran untuk setiap mata kuliah pada kurikulum adalah semester yang terdiri dari 16 minggu termasuk 1 minggu untuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan 1 minggu untuk Ujian Akhir Semester.Lamanya kegiatan perkuliahan disesuaikan dengan nilai satu satuan kredit semester yang ditentukan berdasarkan beban kegiatan per minggu, yaitu :

- Bagi Mahasiswa

  • 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk perkuliahan atau kegiatan lain yang dipersamakan dengan itu.
  • 50 menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan studi kasus.
  • 50 menit acara kegiatan mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain dari suatu tugas akademik, misalnya alam bentuk penelusuran literatur.

Bagi Tenaga Pengajar

a) 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa.

b) 50 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan.

c) 50 menit pengembangan materi proses pembelajaran.

 Persyaratan mengikuti Perkuliahan :

1) Terdaftar untuk mata kuliah yang bersangkutan sebagaimana yang tercantum dalam Kartu Rencana Studi

2) Telah memenuhi kewajiban keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

2.3. Ujian Program Studi Manajemen Strata 2 STIE YAPAN Surabaya

Pada setiap semester dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan mahasiswa dalam

menyelesaikan beban studi pada semester yang dijalaninya melalui pelaksanaan ujian

terjadwal sebanyak 2 (dua) kali, yaitu Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester

pada akhir semester.

Persyaratan mengikuti Ujian :

 Terdaftar untuk mata kuliah yang bersangkutan sebagaimana yang tercantum dalam Kartu Rencana Studi

  1. Telah memenuhi kewajiban keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.
  2. Kehadiran kuliah minimal 75% dari total penyelenggaraan kuliah.

2.4. Penilaian Kemampuan Akademik

Penilaian kemampuan akademik ditentukan oleh komponen-komponen continuous assessment dari masing-masing mata kuliah yang dapat terdiri dari : nilai tugas, nilaikeaktifan/perilaku dalam perkuliahan, nilai diskusi, nilai presentasi, dan nilai lain yangditentukan oleh tenaga pengajar serta penilaian dari ujian terjadwal (UTS dan UAS). Semua komponen penilaian tersebut digabungkan menjadi Nilai Tengah Semester dan Nilai Akhir Semester.

  1. Nilai Tengah Semester (NTS) adalah nilai ujian terjadwal pada tengah semester (UTS) termasuk penilaian dalam bentuk continuous assessment yang diselenggarakan secara khusus oleh tim tenaga pengajar selama kegiatan.
  2. Nilai Akhir Semester adalah nilai ujian terjadwal pada akhir semester (UAS) termasuk penilaian dalam bentuk continuous assessment yang diselenggarakan secara khusus oleh tim tenaga pengajar selama kegiatan.
  3. Nilai Akhir (NA) adalah nilai keberhasilan mata kuliah yang merupakan gabungan antara NTS (dengan bobot 40%) dan NAS (dengan bobot 60%).

Penentuan keberhasilan mata kuliah pada Program Studi Manajemen Strata 2 dengan menggunakan Sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP), yakni penilaian yang membandingkan Nilai Akhir (NA) mahasiswa terhadap standard yang sudah ditetapkan sebelumnya dan bersifat mutlak. Standar Penilaian yang digunakan adalah sebagai berikut :

Raw Score NIlai Relatif Bobot Nilai

>= 80       –  100     A  4

>= 70       –  79.99   B  3

>= 50       –  69.99   C  2

>= 40       –  49,99   D 1

<  39.99               E 0

Keberhasilan seluruh mata kuliah pada semester yang sedang dijalani mahasiswa dicantumkan pada Kartu Hasil Studi yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Strata 2 disertai dengan penilaian Indeks Prestasi Semester (IPS). Indeks Prestasi Semester (IPS) yang dicapai oleh seorang mahasiswa pada beberapa semester selanjutnya digabungkan pada Daftar Nilai/Transkrip disertai dengan penilaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

2.7. Tugas Akhir

Bentuk Tugas Akhir yang harus diselesaikan mahasiswa Program Studi Manajemen Srata 2 adalah Tesis.

Mahasiswa dapat mengajukan proposal tesisnya paling cepat pada semester III dengan persyaratan sebagai berikut :

Persyaratan Akademik :

  1. Telah memperoleh kredit kumulatif minimal 24 sks dengan IPK >= 2,75 dan nilai di bawah B maksimal 2 mata kuliah
  2. Telah lulus mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik Untuk Bisnis
  3. Telah mengikuti seminar penelitian tesis atau seminar lainnya nasional / internasional sedikitnya 3 kali.

Persyaratan Administrasi :

  1. Telah memenuhi kewajiban keuangan penyusunan Tesis minimal 50% dari biaya yang telah ditetapkan
  2. .Mengisi formulir permohonan penyusunan Tesis yang tersedia di KTU Program Studi Manajemen Strata 2 dengan membawa bukti persyaratan yang ditentukan Seminar Penelitian Tesis dapat dilakukan pada akhir semester III, sedang ujian Tesis secepatnya dilaksanakan pada semester IV. Batas waktu ujian tesis adalah pada akhir semester IV. Jika pada akhir semester IV mahasiswa belum menyelesaikan Tesisnya, maka harus diprogram ulang pada semester berikutnya dengan tetap dibebani kewajiban keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketentuan-ketentuan teknik penulisan dan penilaian Tesis diatur tersendiri dalam

BUKU PEDOMAN PENULISAN DAN PENILAIAN TESIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN S2 STIE YAPAN SURABAYA

2.8. Penyelesaian Studi

1. Persyaratan Penyelesaian Studi

Seorang mahasiswa dinyatakan telah menyelesaikan studi di Program Studi Manajemen Strata 2 STIE YAPAN Surabaya jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a. Telah menempuh dan lulus seluruh mata kuliah (42 sks)

b. IPK >= 3,00

c. Tidak ada nilai D , E

d. Nilai C maksimal 2 mata kuliah

e. Nilai Tesis minimal B

2. Predikat Kelulusan

IPK Predikat Kelulusan 3,00