PENGARUH HUBUNGAN ANTAR PRIBADI, PENGENDALIAN INFORMASI DAN PEMBUAT KEPUTUSAN TERHADAP KINERJA KARYA

KOTA SURABAYA

Oleh :

Mohammad Choiron

 

ABSTRAK

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peran kepemimpinan  mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan  pada Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah Pasar Surya Kota Surabaya dan juga untuk membuktikan bahwa secara parsial peran kepemimpinan – peran kepemimpinan yang ada, yaitu  Interpersonal relation (hubungan antar pribadi), Information controlling( pengendalian informasi), dan Decition making ( pembuatan keputusan) juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan diantara variabel kepemimpinan itu, Information controlling ( pengendalian informasi ) memiliki pengaruh lebih dominan.

Unit Pasar Pabean PD Pasar Surya Kota Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa perdagangan, tempat bertemunya penjual dan pembeli sehingga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dapat dipastikan terdapat kedekatan hubungan kerja ,terutama arus komunikasi dan informasi antara pimpinan dan karyawan dan para karyawan beserta para pedagang itu sendiri untuk mencapai hasil kerja yang maksimal. Sedangkan rumusan masalah yang diajukan : (1 ) Apakah variabel-variabel peran managerial yaitu peran interpersonal relation , peran information controlling dan peran decition making mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah ( PD ) Pasar Surya Kota Surabaya ? (2 )Manakah diantara variabel kepemimpinan tersebut yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja karyawan pada Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah ( PD ) Pasar Surya Kota Surabaya ?

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan parameter regresi linier berganda, dengan variabel terikat kinerja karyawan sedangkan variabel bebasnya terdiri dari : Interpersonal relation (hubungan antar pribadi), Information controlling( pengendalian informasi), danDecition making ( pembuatan keputusan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis pertama dapat diterima kebenarannya karena F observasi sebesar  20,291 sedangkan F tabelnya sebesar  3,24 . berarti F observasi lebih besar dari F tabel, begitu pula pengujian secara parsial. Begitu pula dengan pengujian secara parsial atau individu menunjukkan t observasi masing-masing variabel bebas mempunyai nilai yang lebih besar dari t tabel sehingga HO ditolak dan HI diterima artinya secara simultan maupun secara parsial variabel bebas yaitu : Interpersonal relation , Information controlling, dan decition making mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan Unit Pasar Pabean PD Pasar Surya di Surabaya.

Hipotesis kedua dapat diterima kebenarannya karena dari hasil uji t observasi masing-masing variabel bebas > t tabel ( 2,120 )  terbukti bahwa Information controlling   ( pengendalian informasi ) mempunyai t observasi yang paling besar diantara variabel bebas yang lain, selain itu r2 parsial sebesar 0,640 dari variabel Information controlling      ( pengendalian informasi ) itu sendiri mampu memberikan kontribusi terhadap kinerja karyawan pada unit Pasar Pabean PD Pasar Surya di Surabaya sebesar 64,00 %

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.        Latar belakang Masalah

Dalam Menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompleks dan penuh dengan ketidakpastian, dewasa ini, dunia usaha tidak bisa lagi hanya mengandalkan efektivitas peran manajer, namun pada saat yang sama akan makin memerlukan kepemimpinan untuk menjaga agar perusahaan dapat tetap hidup dan bertumbuh kembang sekaligus menciptakan nilai tinggi bagi konstituennya secara berkesinambungan. Oleh karenanya, peran figur kepemimpinan yang kuat dan tannguh sangat diperlukan untuk menjawab tantangan yang ada, terutama pada persaingan usaha yang menuntut berbagai bentuk daya saing usaha yang hanya akan muncul dari adanya kompetensi excellencepada suatu organisasi, baik dari segi strategi maupun dari segi implementasi atau operasionalnya.

Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimipinan. Pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, hal ini mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting.

Kepandaian manajemen dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya manusianya sangat mendukung bagi pengembangan potensi perusahaan. Dalam kegiatan sehari-hari, aktivitas manajemen perusahaan memerlukan seorang pemimpin atau manajer yang mempunyai fungsi untuk memberikan bimbingan kepada para karyawan agar dapat melakukan tugas yang diberikan dengan baik dan benar,  serta dapat  menjaga  agar  hubungan  kerja antar karyawan berjalan dengan

harmonis. Karena fungsi kepemimpinan inilah merupakan salah satu pendorong meningkatnya kualitas sumber daya manusia pada perusahaan tersebut yang diharapkan nantinya dapat membuat perusahaan tetap survive dan berkembang.

Pada kenyataannya, tidak mudah untuk mendapatkan kinerja karyawan yang maksimal. Pihak pimpinan perusahaan seringkali dipusingkan dan harus berpikir keras untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat memimpin karyawannya agar mereka dapat memberikan kinerja sesuai dengan yang diharapkan. Masalah ini akan bertambah rumit manakala suatu ketika kinerja karyawan tidak hanya statis bahkan cenderung mengalami kemerosotan yang menyebabkan gagalnya perusahaan dalam mencapai keuntungan yang diharapkan. Pihak pertama yang akan mendapatkan sorotan tajam adalah pimpinan atau manajer dari departemen atau bagian yang bersangkutan, karena dialah yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan karyawan yang ada di bawah kendalinya.

Melihat betapa besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh pemimpin atau manajer , maka tidaklah mengherankan apabila seorang pemimpin atau manajer sangat  memperhatikan  peran  yang  dimainkannya  dalam mengendalikan atau memimpin bawahannya. Dari uraian di atas penulis terinspirasi untuk melakukan penelitian, sampai sejauh mana peran kepemimpinan manajer dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan peneliti sengaja memilih Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah ( PD ) Pasar Surya Surabaya sebagai obyeknya, karena Pasar merupakan sebuah perusahaan yang memiliki permasalahan yang komplek dan harus tetap diharapkan keberadaannya. Dengan demikian penelitian ini kami beri judul “PENGARUH HUBUNGAN ANTAR PRIBADI, PENGENDALIAN INFORMASI DAN PEMBUAT KEPUTUSAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UNIT PASAR PABEAN PERUSAHAAN DAERAH (PD) PASAR SURYA KOTA SURABAYA “.

 

1.2.            Rumusan masalah

Berdasarkan paparan atau uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat diambil suatu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah variabel-variabel peran managerial yaitu peran interpersonal relation ,peran information controlling dan peran decition making mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah ( PD ) Pasar Surya Kota Surabaya ?
  2. Manakah diantara variabel kepemimpinan tersebut yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja karyawan pada Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah ( PD ) Pasar Surya Kota Surabaya ?

 

1.3.            Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui dan menganisis pengaruh peran interpersonal relation ,peran information controlling dan peran decition making terhadap kinerja karyawan pada Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Kota Surabaya ?
  2. Untuk mengetahui manakah diantara variabel kepemimpinan tersebut yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja karyawan pada Unit Pasar Pabean Perusahaan Daerah ( PD ) Pasar Surya Kota Surabaya ?

 

1.4.        Manfaat Penelitian

Adapun  manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah :

  1. Memberikan informasi sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi manajemen  Unit Pasar Pabean PD Pasar Surya Surabaya pada khususnya, mengenai kekuatan pengaruh kepemimpinan terhadap pencapaian kinerja karyawan.
  2. Dapat memberikan informasi dan sumbangan bagi khasanah ilmu pengatahuan, terutama dalam bidang manajemen sumber daya manusia.
  3. Dapat memberikan informasi kepada para pembaca, dengan harapan dapat menjadikan sumbangan referensi bagi penelitian selanjutnya.
  4. Dapat mengembangkan kemampuan penulis atau peneliti dalam menganalisis permasalahan berdasarkan teori-teori yang diterima selama mengikuti perkuliahan di jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE ) Yapan Surabaya.

 

1.5.    Sistematika Skripsi

Penulisan Skripsi ini penyajiannya secara garis besar disusun menjadi lima ( 5 ) bab, dimana tiap-tiap bab terdiri dari beberapa sub bab, agar lebih jelas dapat diuraikan sebagai berikut :

BAB I               PENDAHULUAN

Dalam bab ini  akan diuraikan tentang : latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika skripsi.

BAB II              TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

Dalam bab ini diuraikan tentang : landasan teori, Hipotesis dan Model Analisis. Landasan teori yang terdiri dari kajian-kajian pustaka yang berkaitan dengan kepemimpinan dan kinerja karyawan yang dijadikan pedoman dan pembahasan dalam skripsi ini. Dalam bab ini juga menyajikan hipotesis dan model Analisis yang digunakan penulis untuk memecahkan masalah.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Dalam bab ini diuraikan tentang : Pendekatan penelitian, identifikasi variabel ,  definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, prosedur pengambilan sampel, prosedur pengumpulan data serta teknis analisis.

BAB IV            HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini diuraikan tentang : Gambaran umum perusahaan, deskripsi hasil penelitian, Hasil analisis dan pembuktian hipotesis serta pembahasan dengan hasil akhir pengelohan data.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini merupakan bab terakhir dari penelitian ini yang terdiri dari dua bagian. Pertama simpulan yang berisi tentang rangkuman dari hasil penelitian. Kedua adalah saran, pada saran ini mencoba untuk memberikan masukan kepada manajemen Unit Pasar Pabean PD Pasar Surya Kota Surabaya yang menjadi obyek penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *