PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KEDISPLINAN PADA KINERJA KARYAWAN DI PT ”X” PURWOREJO

OLEH :

SUHARTI

ABSTRAK

 

Pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas dan tanggung jawab bersama bangsa Indonesia. Maka setiap usaha di sebuah perusahaan dituntut untuk menggerakkkan serta menjadikan sumber daya yang dimilikinya secara optimal agar mendapatkan hasil yang seefektif dan seefien  mungkin. Oleh sebab itu perlu ditekankan bahwa karyawan harus mendapatkan perhatian khusus.

Untuk mendapatkan hasil  yang efektif dan efisien, perusahaa sebagai tempat berkumpulnya dan berprestasi karyawan harus memperhatikan berbagai fakjtor yang memperanani kinerja karyawannya anatara lain lingkungan kerja dan komunikasi antara individu dalam organisasi.

Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa besar peranan lingkungan kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan,. Data yang digunakan adalah data primer dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada semua karyawan sebagai responden penelitian. Untuk mengetahui peranan variabel bebas terhadap variabel terikat, alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Dimana penelitian ini bersifat explanative survey

Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja dan motivasi mempunyai peranan signifikan terhadap kinerja karyawan CV Widi Maju Bersama Kabupaten Sidoarjo. Koefisien regresi mempunyai arah positif artinya usaha peningkatan peranan lingkungan kerja dan motivasi dapat menaikkan kinerja karyawan. Nilai probabilitas F menunjukkan hasil yang signifikan sebesar 54,019 dibandingkan dengan F tabel sebesar 2,839 sehingga secara serentak seluruh variabel bebas dam penelitian ini berperanan signifikan terhadap variabel terikat (kinerja karyawan).

Dari hasil analisis ini juga diketahui bahwa variabel bebas yang berperanan dominan terhadap variabel terikat kinerja karyawan adalah variabel motivasi. Hal ini dapat dilihat dari angka koefisien korelasi parsial motivasi sebesar 0,572 yang lebih besar daripada angka koefisien korelasi parsial varibel lingkungan kerja sebesar 0,427.

Dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya, hasil penelitian ini berbeda karena ada perbedaan variabel-variabel bebas yang digunakan. Pada penelitian ini yang selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan secara luas dan area yang lebih besar lagi.

 

Kata kunci : Kinerja karyawan, lingkungan kerja, motivasi, regresi linier berganda.

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1        Latar Belakang Masalah

Usaha pencapaian tujuan Ekonomi yang adil dan makmur dilakukan dengan pembangunan yang diarahkan untuk menciptakan struktur ekonomi dengan titik berat industri yang didukung oleh pembangunan peralatan produksi dan teknologi yang maju disertai dengan pembangunan sektor pertanian yang tangguh, hal ini dapat dilakukan dengan Industrialisasi yang lebih dimantapkan guna mendukung industri sebagai penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan pekerjaan.

Setiap perusahaan memiliki berbagai macam sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasionalnya. Untuk itu perusahaan hendaknya memperhatikan pengelolaan sumber-sumber daya tersebut agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu sumber daya yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia. Sumber daya ini merupakan aset yang terpenting karena adanya kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan elemen yang selalu ada dalam organisasi. Selain itu, sumber daya manusia diperlukan untuk mengelola sumber–sumber daya perusahaan yang lain. Semua potensi sumber daya manusia tersebut sangat berpengaruh terhadap upaya organisasi dalam mencapai tujuannya. Betapapun majunya teknologi, berkembangnya informasi, tersedianya modal, den memadainya bahan baku, namun jika tanpa sumber daya manusia akan sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pengelolaan potensi sumber daya manusia yang berkualitas mutlak diperlukan untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan dalam lingkungan bisnis yang semakin berkembang.

Pengembangan sumber daya manusia (Human Resourcers) melalui pendidikan adalah menjadi prioritas dan tanggung jawab bersama bangsa Indonesia, maka setiap usaha di bidang pendidikan formal  atau nonformal dituntut untuk menggerakkan serta menjadikan sumber daya yang dimilikinya seoptimal mungkin agar mendapatkan hasil yang seefektif dan seefisien mungkin. Oleh sebab itu perlu ditekankan bahwa tenaga kerja karyawan maupun tenaga administrasi harus mendapatkan perhatian yang khusus.

Untuk mencapai tujuan jangka panjang maupun pendek pada setiap perusahaan tidaklah mudah, karena untuk melaksanakannya tidak terlepas dari masalah yang pada akhirnya dapat menghambat perusahaan tersebut. Tujuan yang diinginkan setiap perusahaan pada umumnya yaitu sumber daya manusia yang produktif (Productive Human Resourcers) yang dapat menciptakan tingkat kinerja yang tinggi.

Karyawan adalah faktor manusia yang akan membawa perubahan-perubahan yang terjadi di perusahaan jika karyawan mampu tampil kreatif, kompeten dan berdedikasi tinggi terhadap keberhasilan yang diharapkan perusahaan tidak mustahil akan diraih, tetapi sebaliknya jika motor penggerak ini tidak berjalan baik, maka keberhasilan tujuan akan sulit diraih.

Untuk mencapai tujuan jangka panjang maupun pendek pada setiap perusahaan tidaklah mudah, karena untuk melaksanakannya tidak terlepas dari masalah yang pada akhirnya dapat menghambat perusahaan tersebut. Tujuan yang diinginkan setiap perusahaan pada umumnya yaitu sumber daya manusia yang produktif (Productive Human Resourcers) yang dapat menciptakan tingkat kinerja yang tinggi. Tidak tercapainnya tujuan suatu perusahaan disebabkan motivasi kerja yang sangat rendah yang mempengaruhi lemahnya kinerja para karyawannya.

Agar sumber daya manusia berkualitas dan memiliki kinerja yang tinggi, maka pihak perusahaan perlu memikirkan sistem yang dapat meningkatkan kinerja karyawannya, diantranya perhatian perusahaan terhadap para karyawan yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi di dalam perusahaan. komitmen organisasi adalah kekuatan relatif dari identifikasi seseorang mengenai keterilibatannya di dalam suatu bagian organisasi, tim, atau profesi.

Atmosoeprapto (2000:74) melengkapi bahwa “Karyawan pria maupun wanita yang mempunyai komitmen organisasi akan selalu yakin dan terdorong minatnya untuk melakukan tugasnya dengan baik tanpa perlu diawasi, karena ia bisa mengawasi dirinya sendiri”.

Dedikasi dan kompetensi tenaga kerja serta kualitas komitmen organisasi para karyawan merupakan sumber keunggulan bersaing bagi perusahaan tersebut. Komitmen organisasi yang profesional akan mempengaruhi kinerja pekerjaan (job performance). Komitmen organisasi dari tim akan menaikkan koordinasi diantara para karyawan. Ketika komitmen organisasi yang dimiliki karyawan rendah, akan berakibat pada kurang meningkatnya kinerja karyawan.

Komitmen karyawan merupakan ukuran kekuatan dalam mengidentifikasi dari para karyawan dan keterlibatan mereka dalam mencapai tujuan dan nilai-nilai yang telah ditetapkan perusahaan. Dengan demikian, karyawan yang mempunyai komitmen organisasi profesional akan dapat menghasilkan kinerja pekerjaan (job performance). Komitmen organisasi dari tim kerja akan menaikkan koordinasi karyawan, ketika terjadi komitmen organisasi yang tinggi, tingkat kehadiran dan retensi mereka akan tinggi pula, sebaliknya, ketika terjadi komitmen organisasi yang rendah, akan berakibat pada kurangnya produktifitas maupun kreatifitas. Orang tidak akan bekerja dengan mengerahkan segala potensinya, karena menganggap tujuan perusahaan tersebut hanya mencari komitmen karyawan yang dipersepsikan karyawan sebagai perasaan berkorban dan keterpaksaan dari diri mereka. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi rendah terhadap perusahaan akan cenderung meninggalkan perusahaan tersebut bila mendapat peluang yang lebih baik di perusahaan lain.

Faktor lain yang turut mendukung keberhasilan kinerja seseorang adalah faktor kedisiplinan, yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk terus menerus mengembangkan dirinya dengan mengikutkan kegiatan pelatihan secara forma  maupun non formal.

Adanya kegiatan pendisiplinan bagi para karyawan akan dapat menyebabkan para karyawan perusahaan paham akan karakteristik-karakteristik dari lingkungan perusahaannya, sehingga mampu bekerja dengan baik sesuai dengan kualitas yang diharapkan oleh perusahaan. Para karyawan di perusahaan akan tahu apa yang diharapkan oleh perusahaan, sehingga mereka dapat menghindari terjadinya kesalahan dalam bekerja.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan adanya banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan.  Diantaranya adalah komitmen organisasi Selain itu faktor kedisiplinan juga turut menentukan kinerja karyawan. Dalam hal tersebut pengaruh pimpinan perusahaan sangat menentukan, disamping sebagai motivator, pemberi fasilitas juga sebagai pengawas. Selain itu nampaknya pengaruh perusahaan dalam membentuk kedisiplinan dan komitmen organisasi karyawan sangat menentukan. Kualitas pekerjaan, perhatian pada karyawan, ketersediaan fasilitas kerja serta lingkungan kerja di perusahaan sangat menentukan pembentukan komitmen organisasi dan kedisiplinan.  Selanjutnya penulis meneliti Persepsi karyawan terhadap pengaruh komitmen organisasi dan kedisiplinan pada kinerja karyawan di PT ”X” Purworejo.

 

 

 

1.2        Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dalam penelitian ini dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah komitmen organisasi dan kedisiplinan secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT “X” di Purworejo?.
  2. Apakah komitmen organisasi dan kedisiplinan secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT “X” di Purworejo?.
  3. Manakah diantara komitmen organisasi dan kedisiplinan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan pada PT “X” di Purworejo?.

 

1.3       Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel komitmen organisasi dan kedisiplinan secara simultan terhadap terhadap kinerja karyawan pada PT “X” di Purworejo.
  2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel komitmen organisasi dan kedisiplinan secara parsial terhadap terhadap kinerja karyawan pada PT “X” di Purworejo.
  3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dominan diantara variabel komitmen organisasi dan kedisiplinan terhadap terhadap kinerja karyawan pada PT “X” di Purworejo

1.4       Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka manfaat dari hasil penelitian ini untuk kepentingan manajemen obyek penelitian, peneliti, ilmu pengetahuan, dan perkaryawanan tinggi adalah sebagai berikut :

  1. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan mengenai pengaruh komitmen organisasi dan kedisiplinan karyawan  terhadap kinerja karyawan di suatu perusahaan , sehingga peneliti mampu mengaplikasikan teori yang didapat dari perkuliahan.
  2. Bagi  STIE Yapan Surabaya, hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai salah satu pemikiran terkait dengan dinamika pengembangan Sumber Daya manusia..
  3. Bagi manajemen PT “X” di Purworejo, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan dengan mengedepankan komitmen organisasi dan kedisiplinan karyawan yang ada di perusahaan tersebut.
  4. Bagi ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan pertimbangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan masalah komitmen organisasi dan kedisiplinan pada suatu organisasi atau instansi.

 

 

 

1.5              Sistematika Penulisan Skripsi

Agar lebih memudahkan dalam pemahaman materi atau isi skripsi yang disusun oleh penulis, maka sistematikanya sebagai berikut :

Bab I   :  PENDAHULUAN

Dalam bab ini dikemukakan tentang latar belakang masalah yang dihadapi perusahaan, rumusan masalah, tujuan dan manfaat diadakannya penelitian, dan sistematika penulisan skripsi yang memberi gambaran tentang pembahasan skripsi.

Bab II  :  TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab ini dibahas mengenai pengertian motivasi bersama dengan penjabarannya, pengertian kedisiplinan dan penjabarannya, pengertian prestasi belajar beserta penjabarannya serta landasan teori-landasan teori yang menunjang dalam penelitian ini.

Bab III            :  METODE PENELITIAN

Dalam bab ini dibahas mengenai pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian, jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini, prosedur pengumpulan data serta teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data.

Bab IV            :  HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini dikemukakan hasil penelitian dan pembahasan mengenai gambaran umum dari obyek penelitian, deskripsi hasil penelitian, dan analisis pembahasan mengenai permasalahan yang dihadapi.

Bab V  :  KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab ini berisi tentang Kimpulan dari hasil pembahasan dan saran-saran dari penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *